JEMBATAN BATU BACAN DI PULAU HALMAHERA

Berita Nasional , Halmahera - Batu bacan pernah beranjak booming beberapa tahun yang lalu. Sampai-sampai di Halmahera Selatan ada jembatan yang terbuat dari batu bacan. Jembatan batu bacan ini jadi spot yang mesti traveler lihat kalau berkunjung ke Pulau Bacan. Inilah jembatan yang unik dan beda dari jembatan lainnya khususnya di wilayah Indonesia.
Hal yang unik dari jembatan ini adalah pada bagian tengah jembatan, terdapat batu bacan yang dulu sempat nge-trend. Batu berwarna hijau ini disusun menjadi lantai 'keramik' yang menghiasi jembatan selebar kurang lebih 2 meter itu dan membuat lebih indah jembatan tersebut.
Awal mula dibangunnya jembatan ini yaitu pada sekitar tahun 2011 silam. Saat itu, inisiasi pembangunan jembatan dilakukan oleh warga setempat. Secara swadaya, mereka bergotong-royong membangun jembatan tersebut.
Setidaknya butuh kurang lebih 2 ton batu bacan untuk membangun jembatan ini. Warga bergotong royong untuk membawa batu bacan sebanyak itu guna membangun jembatan sepanjang 38 meter tersebut.
Batu bacan sebenarnya tidak ditambang di Pulau Bacan. Justru batu berharga ini ditambang dari pulau tetangganya, yaitu Pulau Kasiruta. Di pulau itulah ada Kampung Doko dan Palamea, sehingga dikenal sebagai batu bacan Doko.
Ada kurang lebih 38 karung batu yang dibawa warga dari Kasiruta menuju ke Bacan saat itu. Semua digunakan untuk membangun jembatan. Kemudian untuk lantainya, batu bacan yang masih mentah ini dipotong dengan ukuran kurang lebih 20 cm-an, untuk dipasang di bagian tengah jembatan.
Jadilah bagian tengah jembatan dihiasi oleh lempengan batu bacan. Lama kelamaan karena gesekan dengan alas kaki warga, batu bacan ini mulai muncul warna aslinya, yaitu kehijauan. Sebelumnya, warna batu ini hanyalah hitam biasa.
Sejak selesai dibangun, hingga sekarang Jembatan Batu Bacan menjadi spot tersendiri untuk didatangi traveler. Tak jauh dari jembatan ini, berdiri Masjid Kesultanan Bacan yang sangat bersejarah.
Komentar
Posting Komentar