POLISI MENDUGA SERANGAN TERHADAP 2 PERSONIL ADALAH ULAH TERORIS

Berita Nasional , Jakarta - Kadiv Humas Mabes Polri , Irjen Setyo Wasisto menyatakan ada dugaan penyerangan dua polisi di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah ulah dari teroris. Namun polisi belum dapat memastikan apakah penyerang bagian dari teroris lonewolf atau leaderless jihad.
"Jika belajar dari pengalaman, kita ingat tahun 2013, dimana polisi banyak diserang di Jakarta, Tangerang, Ciputat, modusnya sama. Tapi kita belum nyatakan bahwa yang pelaku dari kelompok mana. Mereka lonewolf atau leaderless terorism, belum menyatakan itu," jelas Setyo di gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).
Dugaan tersebut tidak ditujukan pada 4 orang yang sebelumnya dicurigai sebagai pelaku, yakni IF (31), LS (34), IM (21) dan WD (27). Setyo mengatakan keempat pria yang sebelumnya ditangkap karena diduga pelaku, kini dibebaskan karena polisi kekurangan bukti untuk dilanjutkan proses hukumnya.
"Saya dapat informasi bahwa 4 orang sudah dikembalikan ke keluarga karena kurang bukti. Kita belum bisa memastikan siapa pelakunya," ujar Setyo.
Setyo menerangkan saat ini Densus 88 Antiteror turut serta bersama Personil Polres Bima Kota menyelidiki identitas pelaku penyerangan.
"Kami dalami, Densus 88 juga diturunkan untuk dalami penembakan ini," tutur dia.
Sebelumnya diberitakan dua polisi yakni Bripka Jainal dan Bripka Gofur, menjadi korban penembakan orang tak dikenal pada Senin (11/9) pagi, usai mengantar anak mereka masing-masing ke sekolah. Lokasi penembakan dekat SDN 10 Kota Bima dan SMPN 8 Kota Bima, NTB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun Bripka Jainal menderita luka tembak di bahu kanan belakang, sementara Bripka Gofur di pinggang bagian kanan. Keduanya langsung dievakuasi ke RSU Kota Bima dan menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuh mereka.
Komentar
Posting Komentar