SEKILAS PERJALANAN HIDUP HALIMAH YACOB , PRESIDEN BARU SINGAPURA.

Image result for halimah yacob

Berita Nasional , Jakarta - Sang ayah meninggal saat Halimah berusia 8 tahun. Sejak itu sang Ibu yang berjuang membesarkan Halimah dengan keempat saudara laki-lakinya. Mereka hanya tinggal di satu petak kamar di sebuah apartemen di jalan Hindu, Singapura. 

Saat usia 8 tahun Halimah harus bangun sebelum matahari terbit. Sebelum berangkat sekolah, dia membantu ibunya berjualan nasi padang di sebuah gerobak dorong di Shenton Way. 

Masa-masa dia sekolah di Singapore Chinese Girls 'School dan Tanjong Katong Girls' sangat menegangkan. Terkadang Halimah harus mengerjakan tugas di sela mengelap meja dan mencuci piring. Sebab dari keterbatasan ekonomi , tak jarang dia harus nunggak membayar biaya sekolah. 

Semangat Halimah untuk meneruskan pendidikan tak pernah kunjung pudar. Selepas SMA dia mendaftarkan diri ke Fakultas Hukum Universitas Singapura. Lagi-lagi dia tak tahu dari mana biaya kuliahnya nanti. Namun kecerdasannya membuat Halimah mendapatkan beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore sebesar 1.000 dolar Singapura. 

Sang kakak yang saat itu juga sudah bekerja juga membantu 50 dolar Singapura per bulan. Halimah menyelesaikan kuliah pada tahun 1978 dan kemudian bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai divisi hukum. Dia cukup aktif memperjuangkan hak-hak pekerja. 

Pada 1999 - 2001, Halimah tercatat sebagai orang Singapura pertama yang duduk di lembaga buruh internasional (International Labour Organisation/ILO). Tahun 2001 dia terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai anggota parlemen Singapura dari Partai Aksi Rakyat (People's Action Party/PAP). 

Pada 2013, Halimah menjadi perempuan pertama yang menjabat Ketua Parlemen (Group Representation Constituency) Singapura. Dan di hari Minggu, 6 Agustus 2017 lalu dia mengumumkan maju di pemilihan Presiden Singapura.

Halimah Yacob tidak perlu menjalani proses pemungutan suara secara nasional untuk bisa menjabat Presiden Singapura yang baru, setelah kandidat lainnya gugur. Setelah terpilih sebagai Presiden Singapura, Halimah berjanji akan melakukan yang terbaik bagi rakyat di negeri Singa itu. 

"Saya berjanji untuk melakukan sebaik mungkin yang saya mampu untuk mengabdi pada rakyat Singapura dan itu tidak akan berubah apakah ada pemilu atau tidak ada pemilu," tegas Halimah saat ditemui wartawan setempat, seperti dilansir BeritaNasional.com, Selasa (12/9/2017). 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMPAT SPA BAGI KAUM GAY DI JAKARTA PUSAT DI GREBEK POLISI

KKB PAPUA KEMBALI MENYERANG POLSEK TEMBAGAPURA

HALMAHERA SELATAN YANG TERKENAL KOPINYA HINGGA PERNAH DICICIPI OLEH RATU BELANDA